Peta persaingan otomotif global kembali memanas seiring dihidupkannya kembali nama besar “Freelander”. Melalui kemitraan strategis antara Chery dan Jaguar Land Rover (JLR), jenama legendaris asal Inggris ini resmi melakukan debut globalnya dengan memperkenalkan model produksi perdana, Freelander 8.
Peluncuran yang berlangsung dalam ajang Brand Night di Wuhu, Tiongkok, pada 25 April 2026 lalu, menandai transformasi Freelander menjadi sebuah sub-brand baru yang fokus pada kendaraan premium intelligent all-terrain. Langkah ini mempertegas ambisi kedua perusahaan untuk merambah pasar SUV keluarga kelas atas secara global.
Freelander 8 bukan sekadar menghidupkan nama lama. Kendaraan ini dirancang di bawah arahan Phil Simmons, desainer kenamaan yang sebelumnya membidani kelahiran Range Rover Velar dan Land Rover Defender.
Secara visual, Freelander 8 mengadopsi bahasa desain British Premium yang kental melalui elemen Castle Body, jendela segitiga khas (signature triangle window), serta lampu depan interlocking.
Di sisi interior, kemewahan terpancar dari penggunaan layar ultra-wide dan kursi zero-gravity pada baris kedua, yang dirancang khusus untuk kenyamanan maksimal keluarga.
CEO Freelander International, Lucia Mao, menegaskan bahwa kehadiran lini baru ini merupakan upaya menjawab kebutuhan konsumen modern akan kendaraan yang tangguh namun tetap cerdas.
“Freelander memadukan warisan premium Inggris, kecerdasan teknologi, dan kemampuan all-terrain untuk menghadirkan pengalaman mobilitas premium bagi konsumen modern,” ujar Lucia Mao.
Di balik kap mesin dan sistem penggeraknya, Freelander 8 membawa teknologi mutakhir dari ekosistem Chery. Mobil ini menjadi yang pertama di dunia yang menggunakan Intelligent All-Terrain System (i-ATS) dengan sembilan mode medan yang dapat menyesuaikan kondisi jalan secara real-time.
Dukungan teknis pada kendaraan ini juga diperkuat oleh berbagai fitur canggih yang dirancang untuk meningkatkan performa, kenyamanan, hingga keselamatan. Pada sistem penggerak, mobil ini dibekali virtual central lock serta electronic limited-slip differential (e-LSD) di roda belakang guna menjaga traksi optimal di berbagai kondisi jalan.
Dari sisi kenyamanan, penggunaan dual-chamber air suspension memungkinkan kendaraan meredam guncangan secara lebih efektif, baik di jalan mulus maupun medan berat.
Sementara itu, sektor komputasi didukung chipset Qualcomm Snapdragon 8295 berproses 5nm yang mampu mengakomodasi hingga delapan koneksi layar sekaligus, menghadirkan pengalaman digital yang lebih responsif.
Untuk aspek keselamatan, tersedia fitur L2+ ADAS sebagai standar serta teknologi Advanced Valet Parking Driver (VPD) yang memudahkan manuver parkir secara otomatis.
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dengan target rating bintang lima di berbagai pengujian global, mulai dari ENCAP, CNCAP, hingga ASEAN NCAP. Chery bahkan menyiapkan lebih dari 1.000 unit uji jalan di berbagai negara untuk memastikan kualitas produk di 99 persen kondisi berkendara nyata.
Freelander juga telah menyusun roadmap ekspansi yang ambisius. Targetnya, jenama ini akan merambah ke lebih dari 90 negara dengan membangun 1.100 titik layanan (touchpoints) dalam lima tahun ke depan. Timur Tengah dipilih menjadi pasar awal ekspansi global ini.
Seluruh unit Freelander 8 akan diproduksi di Chery Jaguar Land Rover Changshu Intelligent Manufacturing Base. Fasilitas seluas 840.000 meter persegi ini didukung investasi jumbo senilai lebih dari 1,5 miliar dolar AS.
Dengan kapasitas produksi mencapai 200.000 unit per tahun, pabrik ini diharapkan mampu menjamin stabilitas pasokan dan kualitas premium yang konsisten untuk pasar internasional.
Kembalinya Freelander ke panggung otomotif dunia bukan hanya tentang nostalgia, melainkan sinergi kekuatan manufaktur Tiongkok dengan DNA desain Inggris yang telah teruji selama puluhan tahun.











Leave a Reply