Politik Pangkat Kehormatan: Konsolidasi Simbolik Presiden Prabowo



loading…

Selamat Ginting, Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS). Foto/Dok.SindoNews

Selamat Ginting
Pengamat Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS)

PADA perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan kenaikan pangkat kehormatan kepada sebelas purnawirawan perwira tinggi TNI. Upacara tersebut berlangsung megah di atas kapal perang KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat, menambah kesan simbolik dari keputusan tersebut.

Namun di balik seremoni yang penuh hormat, muncul pertanyaan penting: apa sebenarnya makna politik dari langkah ini?

Sarat Pesan Politik

Pemberian pangkat kehormatan kepada para purnawirawan tentu bukan hal baru dalam tradisi militer. Hal ini merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian luar biasa terhadap negara. Namun, konteks pemberian, momentum politik, serta latar belakang para penerima membuat publik tidak bisa tidak membaca keputusan ini sebagai langkah yang sarat pesan politik, baik ke dalam tubuh militer maupun ke masyarakat sipil.

Presiden Prabowo adalah purnawirawan jenderal, seorang tokoh militer yang sejak lama terlibat dalam kontestasi politik. Kini, sebagai kepala negara dan panglima tertinggi, ia memegang wewenang penuh atas institusi militer.

Dalam kapasitas itu, ia tampaknya mulai membangun konsolidasi simbolik dan emosional dengan keluarga besar TNI, termasuk para purnawirawan yang selama ini menjadi bagian penting dari jaringan kekuasaan informal di Indonesia.

Politik Patronase

Langkah ini bisa dibaca sebagai bentuk politik patronase yang cerdas, tidak transaksional secara terbuka, namun menyentuh titik sensitif dalam budaya militer: kehormatan dan pengakuan. Penerima pangkat kehormatan tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga status baru dalam narasi nasional.

Dengan begitu, Prabowo memperkuat ikatan personal dan historis dengan figur-figur yang dapat menjadi jembatan pengaruh di berbagai lini, mulai dari pertahanan hingga dunia usaha dan politik lokal.

Namun, kebijakan ini juga menyimpan potensi risiko. Tanpa standar pemberian yang jelas dan akuntabel, publik dapat memandang kebijakan ini sebagai upaya memperluas kekuasaan simbolik Presiden atas militer dengan cara yang tidak sepenuhnya transparan. Dalam jangka panjang, ini bisa menimbulkan distorsi persepsi terhadap struktur pangkat militer. Apakah masih murni berdasarkan karier dan prestasi, atau sudah terkontaminasi oleh kepentingan politik?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Slot Deposit 5k

dewetoto

dewetoto link alternatif

dewetoto link login
  • Scatter Hitam
  • slot online terpercaya 2026
  • starlight princess jp hari ini
  • bandar slot scatter hitam
  • slot mahjong ways
  • slot maxwin
  • pola mahjong ways
  • zeus gacor 2026
  • daftar situs slot terbaik
  • wild bandito jp maxwin
  • slot modal receh gacor
  • rekomendasi slot gacor
  • link bandar toto
  • olx707 link resmi
  • link slot hari ini
  • link situs bandar gacor
  • olx707 link resmi 2026
  • olx707 login daftar 2026
  • slot hari ini
  • link bandar slot
  • olx707 link resmi kami
  • daftar slot gacor
  • link Slot Mudah Maxwin