Perusahaan media dan hiburan RANS Entertainment bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026. Dalam aksi korporasi ini, RANS akan melepas sekitar 2,25 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Langkah ini menjadi salah satu strategi besar ekspansi bisnis RANS Entertainment, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ekosistem hiburan digital terbesar di Indonesia. Melalui IPO tersebut, perusahaan menargetkan perolehan dana segar hingga Rp429,25 miliar dengan harga penawaran di kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham.
Manajemen perusahaan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin emisi efek yang akan membantu proses penawaran saham kepada publik. Dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis, termasuk perluasan lini usaha di sektor media, hiburan, dan digital.
Dalam dokumen prospektus ringkas dan Akta Perseroan Nomor 2/2026, disebutkan bahwa sebelum IPO dilakukan, struktur kepemilikan saham RANS Entertainment masih didominasi oleh pendiri utama bersama sejumlah investor strategis.
PT Indonesia Entertainment Grup tercatat sebagai salah satu pemegang saham signifikan dengan kepemilikan 9,04 persen atau sekitar 911,5 juta lembar saham.
Selain itu, beberapa nama tokoh bisnis dan figur publik juga tercatat sebagai pemegang saham. Wakil Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), Sutanto Hartono, memiliki sekitar 1,43 persen saham atau setara 144 juta lembar saham. Sementara itu, Kaesang Pangarep tercatat menggenggam sekitar 1,14 persen saham atau 115,25 juta lembar.
Dalam dokumen resmi perusahaan, total modal dasar RANS Entertainment saat ini mencapai 16,134 miliar lembar saham dengan nilai nominal keseluruhan sekitar Rp161,34 miliar. Struktur permodalan ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam melakukan ekspansi melalui pasar modal.
Langkah IPO ini dinilai sebagai momentum penting bagi RANS Entertainment untuk memperkuat posisi di industri hiburan Indonesia yang semakin kompetitif. Dengan masuknya dana publik, perusahaan diharapkan mampu memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperkuat ekosistem konten digital yang selama ini menjadi fokus utama mereka.
Hingga saat ini, jadwal pencatatan saham dan detail akhir harga penawaran masih menunggu tahapan bookbuilding yang akan dilakukan menjelang tanggal IPO. Pasar pun menantikan bagaimana respons investor terhadap salah satu IPO sektor media hiburan yang paling disorot pada tahun 2026 ini.











Leave a Reply